3 Pesan Dari Film “Kucumbu Tubuh Indahku” Ini Mengajarkan Kamu Untuk Belajar Mencintai Diri Sendiri

Akhir akhir ini, istilah love yourself atau mencintai diri sendiri memang tengah populer. Dengan munculnya isu tersebut, tidak sedikit orang yang berpendapat bahwa sebelum mencintai orang lain, ada baiknya kamu mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Meski tampak mudah, namun nyatanya hal tersebut bisa dibilang sulit dilakukan. 

Meski sulit, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan sama sekali. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa mulai mencintai diri sendiri adalah dengan mengenal terlebih dulu seperti apakah dirimu sebenarnya. Meski prosesnya susah susah gampang, namun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengenali diri sendiri ini adalah dengan mencari inspirasi dari film film yang menyampaikan pesan mengenai self love. Salah satunya yang bisa ditonton adalah film berjudul “Kucumbu Tubuh Indahku” karya sutradara Garin Nugroho. 

3 Pesan Dari Film “Kucumbu Tubuh Indahku” Ini Mengajarkan Kamu Untuk Belajar Mencintai Diri Sendiri

Tentunya kamu penasaran kan dengan pelajaran apa yang bisa diambil dari film tersebut, sehingga kamu nantinya bisa mencintai diri sendiri? Daripada penasaran, simak penjelasannya dibawah ini :

1. Proses Bertumbuh Seringkali Tidak Berjalan Mulus

Film dibuka dengan mengisahkan cerita tentang bagaimana sejak kecil orang tua lah yang menjadi figur pertama yang membantu kamu tumbuh dan berkembang. Namun sayang tidak semua orang bisa mengalami hal seperti itu, termasuk Juno kecil (Raditya Evandra). 

Setelah ditinggal pergi ayahnya, Juno kecil mulai tinggal berpindah pindah tempat. Juno yang kerap ditinggalkan orang orang disekitarnya, tumbuh menjadi sosok yang suka menyendiri dan tidak suka bersosialisasi. 

Rasa sepi yang muncul akibat sering berpisah dengan orang orang tersayang, mau tidak mau membuat kamu membentengi diri dari lingkungan sekitar supaya terhindar dari sakitnya perpisahan. Padahal momen pendewasaan diri kamu sendiri itu adalah momen dimana kamu harus sering sering bersosialisasi, supaya bisa mengenal berbagai karakter manusia. Dengan begitu wawasan dan juga kisah kehidupan kamu juga akan semakin lengkap. 

2. Mengekspresikan Passion Kamu Dengan Baik 

Ditengah rasa sepinya, Juno memutuskan untuk bergabung dengan sanggar tari lengger. Disatu sisi, dia merasa bahagia karena menemukan tempat yang tepat untuk mengekspresikan perasaannya. Namun, disisi lain Juno tidak tahu harus bagaimana menghadapi penghakiman masyarakat atas hobinya itu. 

Juno yang kehilangan orang tuanya sejak kecil itu tidak mampu mengenali dirinya sendiri karena orang tuanya tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Tentunya hal tersebut membuat Juno semakin kesulitan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Kebayang kan bagaimana kalutnya Juno?

Jika kamu sedang ada dalam fase seperti itu, sebaiknya mengajak diskusi orang tua atau saudara untuk mendengarkan pendapat mereka. Ajaklah mereka ngobrol dalam situasi yang santai dan tenang. Jangan lupa juga tunjukkan passion kamu dengan serius supaya mereka dapat melihat seberapa besar rasa suka kamu terhadap hal tersebut. 

3. Menjalani Passion Dengan Maksimal

Juno yang sedari kecil melihat tari lengger di kampungnya memang tidak langsung suka dengan tari tersebut. Hingga akhirnya, dia merasa kalau tari lengger adalah passion-nya. Setelah itu, dia mulai serius menjalani profesinya sebagai penari lengger meski banyak orang yang protes tentang hal itu. 

Rianto yang menjadi inspirasi cerita dari film “Kucumbu Tubuh Indahku” ini mengatakan bahwa nyata adanya seperti apa yang dialaminya. Melalui tari lengger yang digelutinya, Rianto dapat menampilkan budaya Indonesia tidak hanya didalam negeri saja namun juga melanglangbuana ke penjuru dunia. 

Baca Juga : Miracle In Cell No 7 Film Sedih Terlaris Korea

Hal itu juga menjadi spesial karena meski Rianto seorang laki laki, namun dia merasa passion menarinya itu tidak ada kaitan dengan gender-nya. Dia tetap maju dengan penuh keyakinan bahwa dunia tari lengger merupakan hal yang bisa membuat hidupnya bahagia dan terisi. 

Post Author: dindazifanahmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *