Beberapa Faktor yang Memicu Resiko Penyakit Jantung!

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Bahkan yang lebih bahayanya lagi, penyakit jantung bisa menyerang secara tiba-tiba tanpa adanya gejala atau ciri-ciri. Melihat akan hal itu, maka tak heran jika penyakit jantung dijuluki dengan nama “silent killer”. Akan tetapi, penyakit jantung juga bisa dilihat dari beberapa gejalanya seperti sesak nafas, rasa sakit di bagian dada, mudah lelah, pusing, dan mudah gelisah atau cemas.

Penyakit jantung itu sendiri bisa terjadi dikarenakan adanya penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak dan menghancurkan otot-otot jantung, yang tentu saja bisa berujung dengan kematian. Dalam dunia medis, serangan jantung ini juga sering disebut dengan istilah infark miokard. Perlu kalian ketahui, bahwa penyakit jantung itu tidak bisa diukur dari seberapa sakit yang kamu rasakan di bagian dada. Pasalnya, rasa sakit di bagian dada ini belum tentu juga bahwa kamu menderita penyakit jantung. Sebab, penyakit maag atau penyakit lambung juga kerap menimbulkan rasa sakit di bagian dada lho! Maka dari itu, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Biasanya, penyakit jantung ini kerap dialami oleh orang-orang yang usianya diatas 50 tahun. Namun pada kenyataannya, tak sedikit juga orang-orang yang usianya dibawah 50 tahun menderita penyakit jantung. Setiap penyakit tentu saja ada faktor-faktor yang menjadi pemicunya, begitupun dengan penyakit jantung. Lantas, faktor apa sajakah yang bisa memicu resiko penyakit jantung? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi tentang faktor pemicu resiko penyakit jantung, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini :

  1. Kebiasaan merokok.
  2. Diabetes.
  3. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  4. Kolesterol tinggi.
  5. Kebiasaan memakanan makanan-makanan berlemak.
  6. Berat badan yang berlebihan (obesitas).

Dalam penanganan pertama, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi aspirin dengan dosis normal sekitar 300 mg. Namun sebelum mengonsumsinya, kamu juga harus memastikan bahwa tubuhmu tidak memiliki alergi terhadap aspirin. Obat aspirin ini cukup efektif dalam membantu mengencerkan darah, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit jantung yang lebih lanjut. Jika serangan jantung ini terlambat ditangani, maka hal tersebut bisa menyebabkan komplikasi yang serius dan bisa berujung pada kematian. Komplikasi yang terjadi dapat muncul setelah terjadinya serangan jantung seperti gagal jantung, aritmia, syok kardiogenik, dan jantung retak atau rupture. Biasanya, pasien yang mengalami serangan jantung dengan komplikasi ini kerap meninggal sebelum sampai di rumah sakit!

Itulah beberapa faktor yang bisa memicu resiko penyakit jantung. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa memelihara kesehatan jantung.

Post Author: dindazifanahmin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *